Penanggulangan banjir dengan sumur serapan

2016-09-07

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Memanen air hujan dengan sumur resapan dapat menanggulangi banjir cukup signifikan. Demikian kata Kepala Bidang Teknologi Pengendalian Pencemaran Lingkungan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Dr Arie Herlambang.

"Memanen air di tangki penampungan seukuran 10 meter kubik selama 2-3 jam hujan pertama yang biasanya lebat itu mampu mengurangi genangan cukup signifikan," kata Arie dalam diskusi Pengelolaan Sumber Daya Air bertema "Kelola Air Selamatkan Bumi" di Jakarta, Jumat.

Prinsip dasar pemanenan air hujan adalah mengalirkan air hujan yang jatuh di permukaan atap melalui talang air untuk ditampung ke dalam tangki penampung yang digali di bawah tanah. Kemudian limpasan air yang keluar dari tangki penampung yang telah penuh itu disalurkan ke dalam sumur resapan yang meresapkan air hujan ke tanah.

"Maraknya pembangunan di kota besar membuat luasan tanah yang bertugas menyerap air hujan tertutup bangunan,'' katanya. ''Sumur resapan berfungsi menampung air hujan akibat adanya penutupan tanah oleh bangunan beratap dan plester jalanan tersebut.''

Jika budaya memanen air hujan dan meresapkan limpahan air ke dalam tanah ini dimasyarakatkan, maka sejumlah besar keuntungan bisa didapat. Selain menghindarkan suatu wilayah dari genangan banjir, warga setempat juga akan mendapat sumber air bersih murah dan penambahan jumlah cadangan air tanah.